Rumah Tasya Farasya Retak Setelah Kurang Dari Satu Tahun Ditempati
Daftar isi:
Rumah yang baru saja dihuni oleh seorang beauty creator ternama mengalami keretakan serius. Meski belum genap satu tahun, Tasya Farasya sudah menemukan banyak kejanggalan dalam struktur bangunannya, yang membuatnya harus memanggil tenaga ahli untuk memeriksanya.
Pada pemeriksaan awal, sejumlah kelemahan terdeteksi, termasuk masalah pada sambungan kolom dan dinding. Tasya merasakan keresahan ini sangat mengganggu, terutama ketika semua masalah itu terungkap lewat unggahan di media sosial.
Dalam video yang dibagikannya, terdengar jelas suara palu dan pekerja yang sedang memperbaiki kerusakan. Hal ini menunjukkan betapa mendesaknya situasi yang dihadapi oleh Tasya saat ini.
Masalah dalam Struktur Bangunan yang Mendalam dan Rumit
Tasya mengungkapkan kekecewaannya terhadap kualitas konstruksi yang ternyata jauh dari harapannya. Ia mendapati bahwa bagian penting dari bangunan, yang seharusnya menggunakan material besi, justru memakai kayu.—sebuah keputusan yang tampaknya diambil tanpa pertimbangan matang.
“Banyak sekali tukang di rumahku. Kenapa? Karena bangunannya retak semua,” ungkap Tasya dalam sebuah storinya, menciptakan perhatian luas dari pengikutnya. Ini menunjukkan betapa besar beban yang harus ia tanggung.
Menariknya, ia juga mengklaim bahwa semua masalah tersebut menyebabkan dampak finansial yang tidak sedikit. “Bayar lagi! Ratusan juta, miliaran, lho,” tambahnya sambil tertawa, menciptakan kontras antara para pekerja yang sedang memperbaiki kerusakan dan suasana ceria dalam dirinya.
Kerusakan yang Meluas: Dari Dinding Hingga Kolam Renang
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kerusakan tidak hanya terbatas pada dinding, tetapi juga meliputi area kolam renang yang menunjukkan penurunan permukaan. Ini jelas mengindikasikan adanya kesalahan serius dalam pengerjaan awal.
Masalahnya semakin rumit ketika lantai marmer di area kolam renang pun terlihat tidak sejajar dengan garis cat, meskipun pengecatan baru saja dilakukan beberapa bulan sebelumnya. Ini menciptakan indikasi bahwa ada masalah mendasar pada fondasi konstruksi.
Pihak yang bertugas memeriksa rumah Tasya juga menemukan bahwa sambungan antara struktur kolom dan dinding bata ringan tidak dilengkapi besi penghubung. Ini menyebabkan keretakan yang lebih parah, hingga ada bagian yang terpisah dari strukturnya.
Perbaikan yang Proaktif dan Tantangan yang Terus Muncul
Setelah melakukan pemeriksaan, perbaikan langsung dilakukan, meskipun itu diperlukan waktu yang cukup lama. Sejumlah bagian harus segera dibongkar untuk memeriksa kondisi struktur rumah secara keseluruhan.
Tasya mengeluhkan suara pekerjaan konstruksi yang berlanjut sepanjang hari, terkadang hingga larut malam. Hal ini menciptakan ketidaknyamanan tersendiri di rumahnya, yang seharusnya menjadi tempat beristirahat.
Hal yang mengkhawatirkan adalah adanya informasi bahwa meskipun perbaikan dilakukan, retakan baru bisa saja muncul di lokasi berbeda setelah itu. Kondisi rumah tetap perlu diawasi terus-menerus untuk menciptakan kenyamanan yang seharusnya ada di dalam rumah.
Pembangkitan Emosi dan Harapan yang Terus Ada
Pembanguan rumah Tasya memakan waktu tidak kurang dari enam tahun, dan saat itu ia masih bersama mantan suaminya. Setelah perceraian, proyek ini dipercepat untuk menjadi rumah impian, namun sayangnya tidak sesuai harapan.
Rumah yang memiliki empat lantai dan interior modern ini bukan hanya sekadar tempat tinggal, tetapi juga berfungsi sebagai studio bagi Tasya. Ruang yang didesain khusus ini menjadi salah satu bagian penting dari kehidupan sehari-harinya.
Meskipun kini rumah tersebut sedang dalam tahap perbaikan, Tasya tetap optimis bahwa segala sesuatu akan berjalan baik pada akhirnya. Harapan untuk memiliki rumah yang sempurna masih tertanam dalam benaknya, meskipun mengingat kembali proses yang panjang dan berliku menjadi tantangan tersendiri.








