CuaninAja
Beranda TEKNO Tiga Tewas dalam Bentrokan di Adonara NTT, Satu Jenazah Masih di Jalan

Tiga Tewas dalam Bentrokan di Adonara NTT, Satu Jenazah Masih di Jalan

Satu kejadian tragis terjadi di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT, di mana satu jenazah laki-laki diduga tewas akibat dibacok dalam bentrokan antara dua kelompok pemuda. Sampai saat ini, jenazah tersebut belum bisa dievakuasi karena terhalang oleh kerumunan massa yang memadati lokasi kejadian.

Wakapolres Flores Timur, Kompol Ketut Mastina, menyatakan bahwa hingga Sabtu pukul 14.00 Wita, jenazah korban masih tergeletak di jalan. Situasi semakin rumit karena banyaknya massa yang berkumpul di sekitar tempat kejadian.

“Iya, satu jenazah korban masih tergeletak di jalan dan belum bisa dievakuasi karena massa masih banyak,” ungkap Ketut saat dihubungi mengenai perkembangan situasi di lokasi bentrokan.

Mekanisme Kejadian Bentrokan di Flores Timur

Bentrokan ini terjadi pada pagi hari Sabtu, 18 Juli. Terlibat dalam insiden ini adalah dua kelompok pemuda yang berasal dari Desa Narasaosina dan Desa Waiburak.

Menurut laporan, bentrokan ini berujung pada tiga korban jiwa. Dua di antaranya berasal dari Desa Narasaosina dan satu lainnya adalah warga Dusun Bele yang merupakan bagian dari Desa Waiburak.

“Dua korban sudah diambil oleh masing-masing desa, tetapi satu jenazah yang masih tergeletak adalah warga Narasaosina,” jelas Ketut yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

Penyebab dan Setelahnya: Penyelidikan Berlangsung

Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, menginformasikan bahwa penyebab dari bentrokan ini masih dalam proses penyelidikan. Tindakan penyelidikan diperlukan untuk menemukan akar masalah yang memicu konflik tersebut.

Pihak kepolisian sedang berupaya memastikan keamanan dan mencegah terjadinya bentrokan susulan. Mereka juga menambah personel di lokasi untuk mengawasi kerumunan massa dan menghindari ketegangan lebih lanjut.

Dalam kejadian ini, ada juga belasan rumah yang dilaporkan terbakar, menambah duka bagi masyarakat yang terlibat.

Upaya Evakuasi Jenazah di Tengah Kerumunan

Di lokasi kejadian, tenaga medis dan ambulans telah bersiaga untuk melakukan evakuasi. Namun, upaya ini sulit dilakukan mengingat jumlah massa yang terus memadati area tersebut, membuat evakuasi menjadi hampir tidak mungkin.

Polisi juga sedang melakukan negosiasi dengan tokoh masyarakat dan keluarga korban untuk meredakan situasi. Dalam situasi yang tegang, dialog menjadi salah satu kunci untuk mencapai ketenangan.

Ketut mengungkapkan bahwa mereka berharap evakuasi dapat segera dilakukan agar jenazah dapat dibawa ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai di Adonara Timur.

Komentar
Bagikan:

Iklan