CuaninAja
Beranda OTOMOTIF Penyebab Kebakaran TPA Benowo Diperbaiki: Bukan Karena Flare

Penyebab Kebakaran TPA Benowo Diperbaiki: Bukan Karena Flare

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya baru-baru ini melakukan penjelasan ulang mengenai penyebab kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo, Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Pakal, yang terjadi beberapa waktu lalu. Dalam pernyataannya, mereka menegaskan bahwa kebakaran tersebut tidak disebabkan oleh flare atau suar suporter sepak bola, seperti yang sebelumnya dilaporkan.

Kepala DPKP Surabaya, Laksita Rini, mengungkapkan bahwa terjadi kesalahan komunikasi terkait data yang diterima dari Command Center mengenai faktor penyebab kebakaran di lokasi tersebut. Informasi yang tidak akurat ini menimbulkan kebingungan di masyarakat mengenai asumsi awal yang beredar.

“Bukan flare, kita masih belum tahu penyebab pastinya,” jelas Rini saat dihubungi. Ia menekankan bahwa jarak antara lokasi pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dan TPA Benowo cukup jauh sehingga ia meragukan keterkaitan di antara keduanya.

Penyelidikan Lanjutan atas Kebakaran TPA Benowo

Hingga saat ini, pihak DPKP masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran yang terjadi di TPA Benowo. Menurut laporan awal, titik api yang muncul di lokasi awalnya kecil namun kemudian membesar akibat tiupan angin yang kuat.

“Kami sedang mendalami lebih lanjut, faktanya, awal api kecil, namun dengan angin yang sangat besar, api cepat merambat,” tambah Rini. Hasil definitif tentang sumber kebakaran ini masih dalam proses verifikasi dari tim penyelidikan.

Kebakaran terjadi pada malam hari, dengan laporan penyebutan pertama kali terjadi pukul 18.49 WIB. Tumpukan sampah yang terbakar memicu mobilisasi cepat dari petugas keamanan dan pemadam kebakaran untuk memadamkan api sebelum semakin meluas.

Proses Pemadaman yang Melibatkan Banyak Pihak

Dalam penanganan kebakaran ini, DPKP Surabaya mengerahkan delapan unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai pos untuk mengatasi situasi. Proses pemadaman dilaporkan berlangsung hingga pukul 21.05 WIB, dengan upaya pembasahan tambahan yang terus dilakukan hingga larut malam.

Operasi ini juga mendapatkan dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup yang menyediakan 15 unit tangki air, serta dukungan alat berat untuk mempercepat proses pemadaman. Situasi di lokasi memang memerlukan koordinasi dan kerjasama yang baik dari sejumlah instansi terkait.

Dengan luas lahan TPA Benowo sekitar 10 hektare, area yang terbakar diperkirakan mencapai 900 meter, menjadikan upaya penanganan kebakaran ini semakin menantang. Kendati api sudah berhasil dipadamkan, aspek pencegahan untuk kejadian serupa di masa mendatang menjadi perhatian utama pihak berwenang.

Normalisasi Kegiatan di TPA Benowo setelah Kebakaran

Setelah situasi terkendali dan api berhasil dipadamkan, aktivitas di TPA Benowo kembali normal. Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa truk-truk pengangkut sampah kembali beroperasi dan masuk ke dalam kawasan TPA.

Dinas Pemadam Kebakaran melaporkan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka yang dilaporkan sebagai akibat dari kebakaran tersebut. Hal ini menjadi kabar baik di tengah peristiwa yang mengejutkan masyarakat.

TPA Benowo adalah salah satu lokasi pembuangan akhir sampah terbesar di Surabaya, dengan luas sekitar 37 hektare dan dapat menampung hingga 1.500 ton sampah per hari. Keberadaan TPA ini sangat vital dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di kota besar ini.

Sejak dioperasikan pada tahun 2001, TPA Benowo juga dilengkapi dengan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang beroperasi sejak 2021. Ini menjadi langkah inovatif bagi Surabaya dalam mengelola sampah menjadi energi yang berguna dan ramah lingkungan.

Dengan keberadaan PLTSa ini, TPA Benowo tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembuangan, tetapi juga sebagai pendorong dalam pengembangan energi terbarukan yang berkelanjutan. Inovasi ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mendukung program eco-friendly dan menjaga kualitas hidup masyarakat.

Komentar
Bagikan:

Iklan